Koreksi Penyakit Jantung Bawaan Tanpa Operasi, bisakah? (Tulisan ke-satu)

Dengan berkembangnya teknologi, sebagian penyakit jantung bawaan saat ini sudah dapat dikoreksi tanpa operasi. Penanganan tanpa operasi memiliki kelebihan dibandingkan operasi, antara lain: lama rawat yang singkat, pasien terbebas dari komplikasi operasi, terbebas dari penggunaan mesin jantung paru dan tidak mempunyai jaringan parut di kulit, sehingga kosmetik lebih baik. Koreksi tanpa operasi ini dilakukan melalui kateterisasi.

PJB yang cukup banyak ditangani tanpa operasi adalah duktus arteriosus persiten (DAP), defek septum atrium (DSA), defek septum ventrikel (DSV), stenosis katup pulmonal, stenosis katup aorta, katup mitral, koarktasio aorta, stenosis arteri pulmonalis dan cabang-cabangnya, foramen ovale persisten (FOP) dan kolateral.

Di samping itu, ada tindakan yang sifatnya paliatif/sementara seperti BAS atau stent DAP, yang umumnya bertujuan untuk menyelamatkan hidup bayi baru lahir yng engalami PJB yang tergantung pada DAP.

Tindakan-tindakan tesebut telah dapat di kerjakan di Indonesia.

Apa saja dan bagaimana jenis intervensi tanpa operasi  tersebut?

1. Penutupan duktus arteriosus persisten tanpa operasi

Duktus arteriosus persisten (DAP) adalah pembuluh darah besar yang lokasinya berada di luar jantung, menghubungan antara aorta dan cabang pembuluh nadi paru. Terdapatnya DAP pada seorang bayi atau anak akan mengakibatkan kelebihan darah di paru dan jantung kiri sehingga dapat terjadi gagal jantung dan hipertensi paru. DAP tertentu dapat dikoreksi tanpa melalui operasi, yaitu dengan cara memasang/menyumbatkan alat penutup duktus melalui kateterisasi jantung. Alat ini akan menutup/menyumbat duktus arteriosus paten tersebut secara permanen.

2. Penutupan defek septum atrium tanpa operasi

Defek septum atrium (DSA) adalah penyakit jantung bawaan berupa defek atau lubang pada sekat serambi, sebagai akibatnya darah dari atrium atau serambi kiri yang seharusnya pergi ke bilik atau ventrikel kiri menjadi bocor mengalir ke serambi/atrium kanan. Bila lubangnya cukp besar, akan mengakibatkan akan mengakibatkan kelebihan darah di jantung kanan dan paru-paru. Terdapat beberapa jenis DSA, yang tersering adalah DSA tipe sekundum. Jenis ini dapat ditutup tanpa operasi dengan menggunakan alat yang dapat menyumbat lubang tersebut. Seperti halnya pada DAP, alat ini dipasang dengan cara kateterisasi, sehingga tidak perlu dilakukan operasi jantung terbuka untuk  menutup DSA.

Masih ada beberapa defek lagi yang sudah disebutkan di atas, nantikan posting berikutnya pada: “Koreksi Penyakit Jantung Bawaan Tanpa Operasi, bisakah? (Tulisan ke-dua)”.

Silahkan member komentar atau pertanyaan-pertanyaan. Pertanyaan-pertanyaan sebisa mungkin akan saya jawab. Bila saya tidak mampu menjawab, akan berusaha saya tanyakan/carikan ke narasumber yang lebih ahli.

Sumber:

Seri Intervensi Kardiologi Anak, Penanganan penyakit Jantung Bawaan Tanpa Operasi, UKK kardiologi, IDAI, oleh:  DR. Dr. Mulyadi M. Djer, SpA(K).

About these ads

3 thoughts on “Koreksi Penyakit Jantung Bawaan Tanpa Operasi, bisakah? (Tulisan ke-satu)

  1. Semoga dunia kedokteran indonesia bisa cepat mengadopsi perkembangan ini
    oya Dokter, yg dimaksud stenosis katup ini apa bisa dilakukan sebagai pengganti tindakan operasi rastelly with contegra?

  2. Dokter Anindita soetadji, secara biaya, terjangkau mana tanpa operasi atau dengan operasi?Tinggi mana tingkat kebrhasilan n keberlangsungan hidup anak, di antara kedua pilihan tsb?RS mana saja di Semarang yg sudah melakukan tindakan nonoperatif ini?Terimakasih sebelumnya, Ibu. Putra saya, 21 bulan, berat 10kg, vsd 4-5 mm, sebaiknya apa yg kami pilih?Operatif atau non operatif?Terimakasih banyak, ibu.

    • Yth. Ibu Lilis,
      Biaya bergantung kepada center atau rumah sakit penyelenggara. Di Semarang RS Dr Kariadi sudah melaksanakan baik intervensi transkateter ( non operasi) maupun yang operasi (bedah jantung)pada PJB.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s