Infeksi pada anak sakit jantung bawaan

Saya berhutang tulisan ini pada salah seorang teman di BBG. Anaknya sudah dioperasi nun jauh sana di luar negeri. Dokter jantung anaknya berpesan dengan serius agar anaknya harus benar-benar dihindarkan dari sakit infeksi, karena dia mudah terserang infeksi dan bila sudah sakit, lama sembuhnya. “Kenapa sih..kan aku juga ingin bawa anakku ke mall, tapi jadi takut..”, demikian tanyanya.

Agak sulit saya menjelaskan, karena tidak tahu konteksnya bagaimana si dokter di luar sono itu berpesan demikian. Namun kurang lebih pengertian infeksi pada anak sakit jantung adalah demikian..

Ada dua konteks pengertian infeksi pada anak dengan penyakit jantung bawaan (PJB) yang terlebih dahulu harus dipahami:

  1. Infeksi pada jantung, tepatnya pada selaput dalam jantung, yang istilah medisnya disebut endokarditis infektif;
  2. Infeksi tubuh secara umum yang bisa mengenai organ mana saja di seluruh tubuh, misalnya sakit batuk dan pilek atau infeksi saluran napas, sakit diare, sakit panas dan sebagainya.

Infeksi pada selaput dalam jantung (endokarditis infektif)

  • Infeksi ini merupakan salah satu komplikasi PJB. Terjadi karena kuman tertentu masuk ke dalam peredaran darah dalam tubuh seorang anak dengan PJB. Kuman ini kemudian akan menginfeksi jantung dan memperberat atau membahayakan kondisi anak. Kuman tersebut dapat masuk melalui gigi geligi yang berlubang, radang pada gusi, tindak pada gigi geligi (missal cabut gigi, tambal gigi). Kuman juga dapat masuk melalui pemasangan kateter pada saluran kencing saat anak dirawat di rumah sakit karena sakit-sakit tertentu yang berat.
  • Apa gejala dan tandanya? Bila anak PJB terkena endokarditis ini, gejalanya adalah demam yang terus menerus tidak sembuh-sembuh, anak yang tadinya ceria menjadi tampak sangat lesu, tampak pucat, nafsu makan berkurang, dada mungkin terasa berdebar lebih dari biasanya. Bila anak PJB mengalami gejala demikian, maka harus segera dibawa berobat dan memerlukan rawat inap karena harus dicari kuman penyebabnya dan diberikan obat antibiotika yang diberikan melalui suntikan ke dalam vena. Kuman penyebab diperiksa melaui biakan kuman dalam darah. Pemeriksaan kuman dalam darah ini dapat saja dilakukan beberapa kali untuk memastikan ada tidaknya kuman tersebut dan apa jenis kumannya. Kadang-kadang sudah dilakukan pemeriksaan ini tetapi tidak muncul tumbuhan kuman dalam biakan darahnya. Pada keadaan yang terakhir inim bila abak dengan jelas menunjukkan gejala dan tanda endokarditis infektif, pemberian obat-obatan antibiotika harus diteruskan sampai waktu tertentu, supaya anak terhindar dari komplikasi lebih lanjut yang lebih berat.
  • Apakah setelah dilakukan tindakan koreksi pada jantung, baik yang nonoperasi (penutupan defek melalui kateter) maupun operasi, masih mungkin terkena endokarditis bakterialis ini? Jawabnya adalah: ya. Sampai kapan masih mungkin terserang? Tergantung jenis tindakan / operasinya.

Infeksi tubuh secara umum

  • Infeksi ini disebabkan oleh virus atau kuman yang bisa terjadi pada siapa saja bahkan pada anak yang tidak sakit jantung.
  • Lalu apa hubungannya dengan PJB? Anak-anak penyandang PJB dapat disertai dengan keadaan gangguan imunitas tubuh yang mengakibatkan kekebalan tubuhnya terhadap penyakit kurang, sehingga dia mudah sekali terjangkit penyakit dan bila sudah sakit lama sembuhnya.
  • Infeksi ini jamak terjadi pada siapa saja, jadi mudah tertularkan dari anak-anak lain. Cara yang terbaik adalah menghindarkan tertularnya penyakit.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s