Jantung bocor, apakah itu?

“Kata dokter, jantung anak saya bocor”, ini sering disampaikan orang tua dengan wajah was-was atau kadang-kadang dengan ekspresi kurang percaya. Was-was atau kurang percaya adalah sesuatu reaksi yang sangat wajar karena kelainan itu ada di dalam tubuh, dan kadang-kadang si adek nampak tetap cantik dan ganteng baik-baik saja.

Beberapa jenis kecacatan/penyakit jantung bawaan yang disebut sebagai “jantung bocor” adalah: duktus arteriosus persisten (PDA), defek septum ventrikel (VSD), defek septum atrium (ASD), endocardial cushion defect (ECD). Ada lagi yang lain namun lebih jarang ditemukan.

1. PDA

PDA sering dijumpai pada bayi yang lahir prematur, disebabkan karena otot pembuluh darahnya belum matang (PDA adalah pembuluh darah) demikian juga paru-parunya juga belum matang fungsinya. PDA yg cukup besar pada bayi prematur sering menimbulkan masalah gagal jantung, yang mengakibatkan bayi sesak napas. Di samping itu, paru-paru bayi prematur yang belum matang membuat PDA sulit menutup. Apabila bayi prematur dalam kondisi baik, fungsi pernapasannya bai, PDA dapat menutup namun memerlukan waktu yg lebih lama dari normal. Kadang2 dokter memberikan obat untuk membantu mempercepat penutupannya.

PDA yg terdapat pada bayi genap bulan dan belum menutup sampai usia 2 minggu biasanya memang tidak akan menutup secara spontan. Bila PDA tetap terbuka dan cukup besar ukurannya dapat menimbulkan masalah gagal jantung. Penyulit lain dari PDA adalah infeksi pada jantung.

2. Foramen ovale persisten (PFO)

Foramen ovale persisten dapat dijumpai pada beberapa hari setelah lahir. Namun sebagian besar menutup spontan. Pada beberapa penelitian foramen ovale yg tetap terbuka sampai dewasa meningkatkan kejadian stroken meskipun PFO ini tidak akan menganggu fungsi jantung dan tidak akan mengakibatkan gagal jantung. Oleh sebab itu ada yg menyarankan PFO utk ditutup juga utk menghindarkan terjadinya stroke pada masa dewasa. Umumnya penutupan dilakukan secara transkateter, nonoperatif.

3. Defek septum atrium (ASD)

ASD adalah septum atrium yg gagal menutup, sehingga terjadi aliran darah melaluinya. Oleh sebab itu ASD juga merupakan salah satu penyakit yg sering disebut jantung bocor. ASD mengakibatkan aliran darah ke paru meningkat, dapat mengakibatkan gagal jantung. Namun demikian, seringkali pada masa bayi dan anak tidak menimbulkan gejala atau keluhan, sehingga orang tua maupun dokter yang memeriksa tidak menyadari bahwa ada kelainan jantung. Gejala mulai muncul pada saat anak sudah besar atau remaja, yaitu menjadi lebih cepat lelah dibanding sebelumnya. Bila ASD besar ukurannya, maka gejala gagal jantung tersebut dapat muncul lebih dini yaitu di masa bayi dan balita.

4. Defek septum ventrikel (VSD)

VSD adalah terdapatnya lubang pada sekat ventrikel atau bilik. Sebagai akibatnya ada aliran darah dari salah satu bilik jantung ke bilik sebelahnya, ini yg disebut sebagai bocor. Sama seperti ASD dan PDA, VSD dapat menyebabkan gagal jantung. VSD juga dapat menyebabkan infeksi pada jantung (Endokarditis)

VSD, ASD dan PDA seringkali tidak terdiagnosis saat baru lahir sampai beberapa hari sampai berminggu-minggu kemudian. Hal ini sering mengakibatkan kemarahan pada orang tua pasien karena saat lahir diksatakan sehat, namun kemudian diberitahu anaknya sakit jantung bawaan. Terdengarnya bising jantung pada VSD, PDA dan ASD muncul seiring dengan turunnya tahanan paru-paru yang terjadi pada usia 2 minggu sampai 3 bulan.

5. Defek septum atrioventrikular (AVSD / ECD)

Lubang pada kelainan ini terjadi pada bilik dan serambi, biasanya ukurannya besar sehingga cepat mengakibatkan gagal jantung. Kelainan ini sering dijumpai pada anak dengan sindroma Down.

Apa saja komplikasi-komplikasi jantung bocor?

1. Gagal jantung

2. Infeksi paru-paru

3. Infeksi selaput dalam jantung (endokarditis)

4. Hambatan pertumbuhan dan perkembangan

Semarang-Bandung 15 Juli ’12

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s