Penyakit Kawasaki

Penyakit Kawasaki, apakah itu?

Penyakit Kawasaki atau disebut juga sindrom Kawasaki merupakan penyakit mirip campak yang banyak menyerang balita. Gejalanya sangat mirip dengan campak/gabag/morbili, yaitu demam yang disertai dengan ruam atau bercak-bercak kemerahan di kulit. Penyakit ini sama sekali tidak ada hubungannya dengan sepeda motor merek serupa. Disebut sebagai penyakit Kawasaki karena ditemukan oleh dokter dari Jepang bernama Tomisaku Kawasaki pada tahun 1967. Penyakit ini juga dijumpai di Indonesia.

Apa bahayanya penyakit ini?

Penyakit Kawasaki menimbulkan peradangan pembuluh darah di seluruh tubuh, terutama pada arteri koroner, yaitu arteri yang menghidupi jantung. Peradangan pada arteri tersebut mengakibatkan pembuluh koroner menggelembung (dilatasi/aneurisma) dan juga mengalami penyempitan-penyempitan pada fase penyembuhan. Arteri koroner yang menggelembung tersebut bila terus membesar dapat pecah, sementara pada bagian-bagian arteri koroner yang menyempit berakibat aliran arah ke jantung tersumbat.

Apa saja gejala dan tanda-tandanya?

Penyakit Kawasaki dibagi menjadi 3 fase, yaitu:

1. Fase akut, 2. Fase subakut, 3. Fase konvalesen

Fase akut (10 hari pertama):

Demam tinggi mendadak dapat mencapai suhu 41 derajat Celcius. Demam ini tidak berespons terhadap pengobatan antibiotika dandapat berlangsung 1-2 minggu bahkan ada yang mencapai 1 bulan. Dalam 2 – 5 hari demam, akan muncul gejala-gejala lainnya yaitu mata merah nrocos namun tidak terdapat kotoran mata, bibir tampak memerahecah-pecah dan berdarah, lidah juga tampak sangat merah seperti tomat, disertai kemerahan merata pada rongga mulut dan faring. Tanda-tanda lainnya yg dapat mucul adalah tangan dan kaki kemerahan tampak bengkak atau semban, bercak-bercak kemerahan menyerupai bercak campak di wajah, badan, tangan serta kaki, dapat menyerupai bidur yang gatal. Kadang- kadang terdapat bintul berair seperti cacar air atau luka lepuh, namun ininjarang terjadi. Terdapat benjolan karena pembesaran getah bening di leher, salah satu sisi saja (tidak dikedua sisi leher)’ ukuran benjolan ini kira-kira sebesar bakso yaitu > 1,5 cm.

Gejala-gejala lain yang kadang-kadang dijumpai, yaitu: kencing berwarna keruh, gangguan fungsi hati, radang sendi, radang selaput otak, nyeri perut, ikterus (warna kuning pada kulit dan mata).

Fase subakut ( hari 11-25) :

Terdapat pengelupasan kulit di ujung jari tangan dan kaki, kemerahan, demam dan benjolan di leher menghilang, terjadi perubahan pada jantung dan arteri koroner: arteri koroner menggelembung/dilatasi, terdapat cairan di rongga selaput jantung, gagal jantung bahkan sampai infark miokard. Pada pemeriksaan laboratorium terdapat jumlah trombosit darah yang sangat tinggi dapat mencapai > 1 juta/mm3.

Fase konvalesen atau penyembuhan ( 6-8 minggu setelah awitan) :

Anak menunjukkan perbaikan demikian juga hasil-hasil laboratorium tampak membaik, namun proses kerusakan atau kelainan pada jantung dapat terus berlangsung.

Bagaimana mendiagnosisnya ?

Diagnosis penyakit Kawasaki dibuat berdasarkan gejala dan tanda-tanda yang muncul didukung dengan pemeriksaan laboratorium darah, foto rontgen dada, elektrokardiografi ( EKG) dan pemeriksaan ekokardiografi. Pada beberapa keadaan diperlukan kateterisasi jantung untuk melihat atau mencari adanya dilatasi dan penyempitan arteri koroner.

Pemeriksaan darah menunjukkan jumlah lekosit darah meningkat, CRP meningkat, laju endap darah meningkat sampai melebihi 100 mm / jam pada fase akut jumlahntrombosit sangat banyak mencapai > 1 juta/mm3 pada fase subakut.

Bagaimana tatalaksananya?

Semua anak yang menderita penyakit Kawasaki harus di rawat inap di rumah sakit, menjalani istirahat baring. Diperlukan pemberian imunoglobulin melalui infus, disertai asetil salisilat (= asetosal, dikenal sebagai aspirin) keduanya dalam dosis tinggi dengan tujuan untuk meredakan proses peradangan yang terjadi. Infus imunoglobulin adalah dengan dosis 2 g/kgbb dosis tunggal selama 10 –  12 jam. Dosis aspirin juga tinggi, yaitu 80 – 100 mg/ kgbb/ hari yang dibagimenjadi 4 dosis perhari. Hingga 14 hari atau sampai 3 hari demam reda. Dosis ini kemudian akan diturunkan sampai 6 –  8 minggu dan dihentikan bila pada ekokardiografi tidak ditemukan kelainan arteri koroner. Asetosal dosis rendah 2 – 5 mg/ hari jangka panjang diperlukan bila terdapat aneurisma atau penggelembungan arteri koroner. Pada beberapa penelitian, disebutkan bahwa kortikostroid metilprednisolon dapat juga meredakan radang yang hebat tersebut.

Harga imunoglobulin intravena tersebut sangat mahal,hal ini yang seringkali menjadi hambatan dalam pengobatan penyakit ini karena pasien tidak mampu membeli. Dosis tinggi aspirin juga dapat membuat pasien maupun dokter khawatir memberikannya, bahkan kadang-kadang membuat obat-obatan tersebut tidak diberikan yang membuat penyakit ini tidak sembuh dengan sempurna dan meninggalkan gejala sisa pada pembuluh arteri di jantung. Masa perawatan yang lama juga merupakan salah satu hambatan dalam tatalaksana yang baik karena orang tua enggan lama di rumah sakit.

Setelah masa penyembuhan, tetap diperlu pemantauan jangka panjang terutama untuk yang telah mengalami komplikasi pada arteri koronernya. Pemantauan ini bertujuan untuk menilai memberatnya komplikasi pada arteri koroner yang dapat berakibat penyakit janyungniskemik di masa dewasa.

Pemahaman yang cukup baik dari penyakit ini, di samping tatalaksana yang baik, diharapkan akan mengurangi komplikasi akibatpenyakit Kawasaki.

Sumber bacaan: 

Penyakit Kawasaki oleh dr Najib Advani, SpAK.

2 Comments

  1. Pencegahan penyakit ini gimana Dok? Penyebabnya virus atau bakteri? Ada vaksinnya nggak Dok? Dan apakah ini penyakit menular? Terimakasih ^_^

    1. Penyakit Kawasaki itu penyakit akibat respons imun tubuh. Pencetusnya bisa saja karena infeksi virus. Vaksin setahu saya belum ada. Tidak menular. Mohon masukan, apakah perlu ada halaman khusus untuk konsultasi/tanya jawab?

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s