Hipertensi pulmonal pada anak

Hipertensi pulmonal = pulmonary hypertension (PH).

Hipertensi pulmonal (HP) adalah keadaan meningkatnya rerata tekanan arteri pulmonalis melebihi 25 mmHg saat istirahat atau melebihi 30 mmHg saat aktivitas.

Penyebab dan klasifikasi

Penyebab hipertensi pulmonal pada anak lebih bervariasi daripada pada orang dewasa. Penyebab pada anak dapat karena kelainan pada pembuluh arteri paru yang seringkali tidak diketahui penyebabnya atau merupakan penyakit yang familial; berhubungan dengan penyakit-penyakit lain, misalnya kelainan pada hati, pirau/shunts sistemik ke pulmonal bawaan, penyakit HIV; terjadi pada orang/anak yang tingggal di dataran tinggi; penyakit-penyakit pada pembuluh kapiler dan vena paru; hipertensi pulmonal persisten pada bayi baru lahir; hipertensi pulmonal yang terjadi karena penyakit primer pada parenkim paru; dan yang penting adalah hipertensi pulmonal yang disebabkan oleh penyakit jantung bawaan, terutama akibat pirau kiri ke kanan dan penyakit katup mitral atau aorta.

Diagnosis

Beberapa gejala hipertensi pulmonal pada anak adalah nafas pendek, mudah lelah, pingsan tanpa diketahui sebelumnya menderita penyakit jantung atau paru, atau nyeri dada. Pada bayi dapat juga dijumpai warna kebiruan bila menangis keras. Tanda-tanda hipertensi pulmonal antara lain terdapatnya denyutan keras pada sekitar tulang dada, suara jantung kedua yang mengeras, tangan dan kaki seringkali terasa dingin. Dapat terdengar bising diastolik yang disebabkan oleh regurgitas pulmonal. Terdapatnya tanda-tanda gagal jantung kanan merupakan keadaan yang sudah cukup lanjut.

Untuk memastikan diagnosis hipertensi pulmonal diperlukan beberapa pemeriksaan penunjang mulai dari yang sederhana hingga yang canggih dan invasif. Pemeriksaan yang wajib meliputi x-foto dada, elektrokardiografi (EKG) dan ekokardiografi.

X foto dada dapat menunjukkan gambaran pembesaran jantung atau ruang-ruang jantung, serta penonjolan arteri pulmonalis dan kemungkinan terdapatnya kelainan pada paru atau keadaan lain di dalamdada (misal tumor, efusi, dll).

EKG dapat menunjukkan gambaran pembesaran jantung atau bilik jantung, juga menentukan frekuensi serta irama jantung.

Ekokardiografi mengkonfirmasi terdapatnya hipertensi pulmonal serta kemungkinan terdapatnya penyakit jantung bawaan.

Ekokardiografi juga menilai fungsi ventrikel kanan dan kiri. Bila dengan pemeriksaan wajib tersebut belum dapat diketahui penyebabnya, dapat dilakukan pemeriksaan berikutnya antara lain tes fungsi paru. Tes fungsi paru ini bermanfaat antara lain untuk mengetahui kemungkinan terdapatnya penyakit paru atau kelemahan pada otot dada atau pernapasan.

Pemeriksaan darah juga diperlukan untuk melihat terdapatnya kelainan dalam darah, antara lain peningkatan kadar brain natriuretic peptide.

Cardiopulmonary exercise testing juga dapat dilakukan untuk memberikan gambaran secara obyektif kemampuan fungsional anak sehari-hari. Pemeriksaan ini antara lain adalah 6 minutes walk test. Tentu saja pemeriksaan ini hanya dapat dilakukan pada anak yang sudah cukup besar dan kooperatif.  Pemeiksaan invasif yang dilakukan adalah kateterisasi atau penyadapan jantung.

Tatalaksana

Mencegah infeksi respiratory syncytial virus dengan imunisasi palivizumab.  Respiratory syncytial virus adalah suatu virus yang menyerang saluran pernapasan yang dapat menyebabkan sesak napas. Prinsip tatalaksana HP adalah melebarkan arteri pulmonalis dan mengembalikan atau mencegah terjadinya perubahan struktur sel (remodelling).

4 Comments

  1. Terimakasih tulisan soal PH anak Dok…mengenai imunisasi pencegahannya, apakah masih perlu utk yg sdh krn PH (misalnya utk mencegah spy tidak menjadi berat)?. Terimakasih..

  2. Selamat sore Dok, anak saya meninggal bln Oktober lalu karena penyakit Hipertensi Pulmonal sejak lahir. Bertahan sampai di usia 4 bulan 5 hari. Untuk program hamil anak selanjutnya, bagaimana cara menghindari agar bayi saya nantinya tidak terkena penyakit tsb. Terima kasih

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s