TRANSPOSITION OF THE GREAT ARTERIES (TGA)

TGA merupakan salah satu jenis PJB sianotik (PJB biru). TGA merupakan 5 – 7 % dari seluruh PJB. Lebih banyak dijumpai pada laki-laki daripada perempuan.

Tidak seperti pada jantung normal di mana aorta yang membawa darah kaya oksigen keluar dari bilik kiri dan a pulmonalis yang membawa darah miskin oksigen keluar dari bilik kanan menuju paru; pada TGA posisi aorta dan a pulmonalis berkebalikan sehingga aorta keluar dari bilik kanan membawa darah miskin oksigen ke seluruh tubuh, sementara a pulmonalis membawa darah kaya oksigen kembali ke paru. Keadaan tersebut menghasilkan aliran darah ke seluruh tubuh dan ke paru sama sekali terpisah  yang disebut sirkulasi paralel. Pada jantung normal, sirkulasi darah adalah sirkulasi seri. Anak penyandang TGA dapat selamat bila terdapat defek yang memungkinkan terjadinya pirau (pintasan aliran darah) percampuran antara darah miskin oksigen dan kaya oksigen. Defek tersebut dapat berupa PDA, VSD, ASD.

TGA tanpa pirau disebut simple TGA yang termasuk dalam PJB kritikal.

TGA dapat disertai dengan terdapatnya kelainan anatomi yang lain yaitu ASD, VSD, stenosis pulmonal, stenosis aorta dan kelainan pada struktur a koronaria.

Apa penyebab TGA?

TGA merupakan penyakit bawaan, artinya kelainan ini sudah terjadi sejak di dalam kandungan. Penyebabnya tidak diketahui dengan pasti. Beberapa hal pada ibu hamil yang kemungkinan berhubungan dengan bayi TGA adalah: infeksi virus saat hamil, ibu kurang gizi, usia ibu sudah lebih dari 40  tahun, ibu peminum alkohol, ibu penderita diabetes melitus (kencing manis), bayi penyandang Down Syndrome. Pencegahan dilakukan dengan mempersiapkan kehamilan dengan sebaik-baiknya.

Menjaga kesehatan, makan makanan bergizi, mengonsumsi multivitamin dan asam folat merupakan salah satu upaya mencegah kelainan bawaan.

Apa saja gejala dan tanda TGA ?

Bayi tampak biru (sianosis) segera setelah lahir (Uji tapis dengan oksimetri hasilnya positif atau tidak lulus). Terdapat  sesak nafas dan kesulitan menyusu.

Manajemen secara umum dilakukan sesuai dengan keadaan bayi dan layanan kesehatan. Seringkali diperlukan rujukan-rujukan ke layanan kesehatan dengan fasilitas yang memadai.

Tatalaksana korektif TGA adalah dengan operasi. Prinsip koreksi adalah “mengembalikan” posisi aorta dan a pulmonalis ke posisi “normal” yang disebut sebagai arterial switch operation. Operasi ini mengoreksi TGA secara permanen.

Setelah operasi dalam kurun waktu tertentu dapat terjadi beberapa penyulit antara lain:

  1. kebocoran katup
  2. gangguan pada pembuluh darah yang memberikan aliran darah ke jantung (a. koronaria)
  3. gangguan irama jantung
  4. penurunan fungsi otot jantung dan katup-katup jantung
  5. gagal jantung
  6. problem pada paru dan fungsi pernapasan.

Bayi dengan TGA akan memerlukan pemantauan di sepanjang hidupnya. Dengan tatalaksana yang tepat, diharapkan bayi penyandang TGA dapat tumbuh seperti anak lainnya dan produktif di masa dewasa.

Bahan bacaan:

  1. Park MK. Pediatric cardiology for practitioners. Mosby, Elsevier. USA. 2008.
  2. Facts about transpostision of the great arteries. Congenital heart defects. http://www.cdc.gov/ncbddd/heartdefects/tga.html

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s