Pengaruh PJB pada pertumbuhan anak

 

PJB mengakibatkan perlambatan dini pada pertumbuhan anak secara menyeluruh, baik berat badan, panjang/tinggi badan maupun lingkar kepala. Perlambatan ini dapat terjadi sejak usia 1 bulan.[i]

Mekanisme yang diduga dapat mengakibatkan hambatan pertumbuhan pada anak PJB adalah[ii]:

  • Hipoksia (kekurangan oksigen pada sel) dan sesak napas yang dapat terjadi karena gagal jantung mengakibatkan masalah makan atau menyusu.
  • Hipoksia dan kongesti vena di usus mengakibatkan malabsorbsi
  • Kekurangan oksigen pada sel-sel mengakibatkan pemakaian nutrien tidak efisien
  • Anak PJB metabolisme tubuhnya meningkat, karena kinerja jantungnya selalu tinggi. Metabolisme yang tinggi menyebabkan masukan makanan dalam jumlah yang biasa seperti yang direkomendasikan untuk anak normal tidak mencukupi kebutuhan untuk pertumbuhan.

Faktor-faktor lain yang dapat menghambat pertumbuhan pada anak dengan PJB adalah terdapatnya: [iii]

  • Kemampuan oral-motor yang kurang baik, menyebabkan gangguan menghisap, mengunyah dan menelan sehingga mengganggu kemampuan makan dan bicara.
  • Terdapatnya kelainan-kelainan genetik dan kelainan nonkardiak yang menyertai.
  • Kadar IGF-1 yang rendah pada penderita PJB terutama yang sianotik.IGF-1 dibutuhkan untuk pertumbuhan. [iv]

Bagaimana tatalaksana untuk memperbaiki pertumbuhan dan perkembangan anak PJB?

Tatalaksana untuk memperbaiki pertumbuhan dan perkembangan anak yang tertinggal akibat PJB harus dilakukan dengan berbagai pendekatan, meliputi:

  1. Tatalaksana gagal jantung (didiskusikan pada lembar diskusi lain)
  2. Tatalaksana korektif untuk mengkoreksi kelainan jantungnya, bila memungkinkan. Tatalaksana korektif merupakan tatalaksana kausatif. (didiskusikan pada lembar diskusi lain)
  3. Tatalaksana umum.
  4. Tirah baring (bed rest) terutama pada keadaan gagal jantung akut. Diperlukan televisi, permainan yang dapat dimainkan ditempat tidur (game komputer), buku-buku bacaan, agar tertarik dan anak tidak bosan sehingga mau beristirahat di tempat tidur.
  5. Tatalaksana terhadap komorbiditas, misalnya anemia pada PJB asianotik diperlukan transfusi packed cell untuk mencapai kadar hematokrit ≥ 35%; bila terjadi demam diperlukan antipiretik untuk segera menurunkan suhu badan; bila terdapat infeksi bakteri diberikan antibiotika yang sesuai.
  6. Tatalaksana nutrisi. Bayi yang mengalami gagal jantung memerlukan masukan kalori tinggi, lebih tinggi dari yang direkomendasikan untuk anak normal sesuai dengan usianya. Kebutuhan masukan kalori untuk anak PJB adalah sebesar 150 – 160 kkal/kg/hari.[v]

Tatalaksana nutrisi secara umum untuk anak PJB meliputi:

  • Meningkatkan densitas kalori
  • Memberikan makanan dalam porsi kecil dan sering (frequent small feedings). Porsi kecil dan sering dapat lebih mudah diterima daripada dalam jumlah banyak.
  • Pada keadaan makan secara oral tidak dapat diterima dengan baik oleh bayi atau tidak dapat memungkinkan untuk dilakukan, maka makanan diberikan dalam bentuk cair melalui nasogastric tube (NGT) yang dapat diberikan secara intermiten ataupun kontinyu.
  • Pada anak besar mengurangi makanan asin (< 0,5 g/hari) dan hindarkan snack yang asin.

Yang disebutkan di atas adalah pedoman secara umum tatalaksana menyeluruh untuk mencapai pertumbuhan yang seoptimal mungkin untuk anak PJB. Selebihnya adalah kiat dan strategi kita untuk melakukannya, sesuai dengan kondisi masing-masing anak yang pasti sangat bervariasi. Masing-masing anak itu unik, tidak dapat begitu saja disamakan dangan anak lain.

Apa sebenarnya yang ingin dicapai dari strategi tersebut? Jawabnya: mengupayakan kesehatan seoptimal mungkin sesuai dengan kondisi anak, dengan harapan kelak mereka dapat mandiri dan produktif.

(Artikel ini merupakan bagian dari artikel yang ditulis dan dipresentasikan oleh penulis pada Simposium Medical and Health Update on Pediatric Care, FK UNDIP, 3 September 2016)

Bahan bacaan:

[i] Daymont C, Neal A, Prosnitz Aaron, Cohen MS. Growth in children with congenital heart disease. Pediatrics.2013. 131. E236-e242.

[ii] Menon G, Poskitt EME. Why does congenital  heart disease cause failure to thrive? Archives of disease in childhood. 1985. 60. 1134-39.

[iii] Krigger I. Growth failure and congenital heart disease. Energy and nitrogen balance in infants. Am J Dis Child. 1970:120 (6):497-502.

[iv] Dinleyici ECKilic ZBuyukkaragoz BUcar BAlatas OAydogdu SDDogruel N. Serum IGF-1, IGFBP-3 and growth hormone levels in children with congenital heart disease: relationship with nutritional status, cyanosis and left ventricular functions. Neuro Endocrinol Lett. 2007;28(3):279-83.

[v] Park MK. Congestive heart failure. Dalam: Park MK. The pediatric cardiology handbook. Ed 4. Philadelphia. 2010. Hal: 257-267.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s