VENTRICULAR SEPTAL  DEFECT

Ventricular septal  defect , disingkat VSD, dalam bahasa Indonesia disebut defek septum ventrikel.

VSD merupakan PJB yang paling sering dijumpai, yaitu 15 – 20% dari seluruh PJB. Kelainannya adalah terdapatnya defek (lubang) pada septum ventrikel. Menurut lokasinya, VSD dapat diklasifikasikan antara lain perimembranous outlet VSD (pmo VSD), VSD subarterial, VSD inlet. VSD pmo merupakan jenis VSD yang terbanyak.

Menurut ukurannya, VSD dibagi menjadi VSD kecil, sedang dan besar. VSD kecil pada umumnya tidak menimbulkan gejala, anak tumbuh dan berkembang seperti anak normal. VSD ukuran sedang dan besar mengakibatkan hambatan pertumbuhan dan perkembangan, cepat lelah (kemampuan beraktivitas menurun), infeksi paru berulang, gagal jantung. Hipertensi pulmonal merupakan penyulit pada VSD besar, bila hipertensi pulmonal dibiarkan saja, maka anak akan menjadi sianosis dan tidak dapat beraktivitas.

VSD biasanya mudah diketahui oleh dokter karena terdengar suara bising jantung yang cukup keras. Namun dapat saja bising jantung tersebut tidak terdengar saat lahir sampai beberapa minggu karena tahanan paru bayi baru lahir masih tinggi. Pada pemeriksaan ronsen dada, pada VSD ukuran sedang dan besar dapat dijumpai pembesaran ukuran bayangan jantung yang disebut kardiomegali. Pembesaran jantung ini terjadi karena terdapat overload volume (volume darah yang berlebihan) di serambi dan bilik kiri.

Perjalanan alamiah

Dilaporkan bahwa pada VSD pmo dan muskularis yang ukuran kecil dapat terjadi penutupan spontan. Penutupan spontan ini terjadi karena tumbuh semacam selaput pada sekitar katup trikuspid pada VSD pmo, atau akibat otot miokard yang menebal pada VSD muskularis kecil. Gagal jantung dan hambatan pertumbuhan terjadi pada VSD ukuran sedang-besar. Lokasi tidak memengaruhi terjadinya gagal jantung. Penebalan pada katup infundibular dapat mengakibatkan penyempitan pada jalan keluar darah dari bilik kanan. Endokarditis infektif dapat terjadi bila terjadi bakteriemia, yaitu masukknya kuman ke dalam aliran darah.

Tatalaksana medikal

Gagal jantung ditatalaksana dengan obat-obatan. Masukan makanan bergizi tinggi kalori dan protein (terutama hewani, merupakan sumber protein dan mikronutrien terbaik) Anemia harus dihindarkan dan ditatalaksana. Kebersihan dan perawatan gigi geligi untuk menghindarkan endokarditis kaarena bakteri. Pembatasan aktivitas pada umumnya tidak diperlukan, bila tidak terdapat hipertensi paru.

Penutupan VSD secara transkateter untuk menutup VSD kecil dengan jenis tertentu, saat ini sudah dilakukan pada beberapa senter dengan angka keberhasilan yang bervariasi.

Indikasi dan timing operasi VSD closure.

Bayi dengan VSD besar yang mengalami gagal jantung dan hambatan pertumbuhan, ditatalaksana terlebih dahulu dengan obat-obatan dan nutrisi yang tepat. Tatalaksana ini bertujuan untuk memperbaiki gagal jantung dan pertumbuhan. Bila dengan tatalaksana medikamentosa dan nutrisi yang tepat tidak dapat memperbaiki gagal jantung dan pertumbuhannya, maka dipertimbangkan untuk dilakukan operasi pada usia 6 bulan. Pembedahan dapat diundur atau ditunda bila tatalaksana medikamentosa dan nutrisi yang tepat berhasil memperbaiki gagal jantung dan pertumbuhannya. Setelah usia 1 tahun, bila pirau VSD signifikan (flow ratio 2:1), merupakan indikasi untuk dilakukan operasi, dengan memerhatikan dan mempertimbangkan tekanan a pulmonalis. Kateterisasi jantung dilakukan terutama bila diduga terdapat hipertensi pulmonal.

Pembedahan bukan merupakan pilihan untuk VSD kecil dengan flow ratio kurang dari 1,5 : 1. Beberapa senter melakukan operasi penutupan VSD bila dijumpai penyulit/komplikasi berupa prolaps katup aorta yang dapat terjadi pada VSD subarteriil dan VSD pmo, dan riwayat terdapatnya endokarditis, atau terdapatnya dilatasi bilik kiri, meskipun flow ratio kurang dari 2 : 1.

Operasi penutupan VSD merupakan kontraindikasi bila sudah terjadi hipertensi pulmonal berat yang tidak reaktif terhadap pemberian oksigen dengan dominasi pirau yang sudah berbalik arah menjadi dari kanan ke kiri.

PA banding merupakan tindakan operasi paliatif, bila operasi VSD closure sulit atau tidak memungkinkan dilakukan.

  1. Komplikasi operasi VSD closure:
  2. Gangguan irama karena kerusakan pada “jaras listrik” jantung
  3. Residual shunt
  4. Kerusakan katup trikuspid dan aorta.
  5. Komplikasi neurologik berhubungan dengan waktu operasi yang lama.

 

Bahan bacaan:

Park KM. Pediatric cardiology for practitioners.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s